Disdikbud Tegal Gelar Bimtek Kurikulum Kesetaraan, Soroti Pembelajaran Mendalam dan Penuntasan ATS

Tegal – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Non Formal/Kesetaraan Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (6–7 Agustus 2025), di Ruang Rapat Lantai II Setda Kota Tegal.

Dengan tema “Implementasi Kurikulum Pendidikan Non Formal/Kesetaraan dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)”, bimtek ini menghadirkan narasumber dari BBPMP Jawa Tengah dan SKB Kota Tegal.

“Kami ingin pamong belajar dan tutor memiliki kemampuan menyusun kurikulum dan pembelajaran yang bermakna, menggembirakan, serta sesuai tantangan abad 21,”ujar Senantiasa Haem, S.H., Kepala Seksi Kelembagaan dan Kesiswaan Bidang P2PNF Disdikbud Kota Tegal.

Kegiatan ini juga bertujuan menyusun asesmen yang sesuai tujuan pembelajaran dan meningkatkan kesadaran pentingnya deep learning.

Tiga materi utama yang disampaikan dalam bimtek ini adalah Implementasi Kurikulum Deep Learning oleh Yuniarti, S.Pd., M.Hum (BBPMP Provinsi Jawa Tengah), Asesmen Deep Learning oleh Danik Cahyaningrum, S.Pd (SKB Kota Tegal) dan Perencanaan Pembelajaran oleh Daimatul Munajah, S.Pd (SKB Kota Tegal)

Sebanyak 30 peserta dari 12 lembaga pendidikan kesetaraan di Kota Tegal turut hadir, termasuk dari SKB dan 11 PKBM.

Sementara itu, Drs. Trismanto, Kepala Bidang P2PNF, menyoroti masih tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Tegal.

“Data terakhir menunjukkan masih ada 1.420 ATS. Ini tantangan serius yang harus ditangani secara bertahap,”ungkap Trismanto.

Sebagai solusi, Pemkot Tegal mendorong program unggulan Sekolah Olih Ijasah (Sekoja).

“Tahun ini kami targetkan menjangkau 75 warga belajar, masing-masing 15 orang di Paket A, 30 di Paket B, dan 30 di Paket C,”tambahnya.

Melalui bimtek ini, diharapkan para pamong dan tutor mampu menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih dalam, kontekstual, dan berdampak nyata pada kualitas belajar warga kesetaraan serta penurunan angka ATS di Kota Bahari ini.