Lulus PKK Harus Jadi Bos

Tegal – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh, S. Psi., M.H. meminta kepada para lulusan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) untuk berani menjadi bos atau seorang wirausaha.

Hal tersebut disampaikan saat penutupan Penutupan Program PKK tahun 2024 dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI jenis ketrampilan tataboga Pastri dan Bakeri

“Setelah dilaksanakan penutupan PKK artinya adik-adik sudah diberikan ketrampilan bekerja untuk diri sendiri, artinya menjadi bos. Orientasinya bukan bekerja untuk orang lain” ucap Dewi Umaroh

Dirinya juga menjelaskan, kalaupun harus magang ditempat kerja atau usaha maka harus dijalani dengan serius

“Adik-adik manfaatkan kesempatan magang sebaiknya-baiknya, biasanya kalau magang hasilnya bagus maka akan diangkat jadi karyawan tetap” jelas Dewi Umaroh.

Sementara itu Pimpinan LKP Nia, Ibu Sofiah menyampaikan bahwa selama Pendidikan dan rencana magang untuk alumni bekerjasama dengan toko roti Wihar, Rohayah Catering dan Deemoon Catering

Sofiah juga menambahkan kegiatan PKK ini diikuti oleh 20 peserta dengan durasi 317 jam pelajaran dan diakhir pembelajaran dilaksanakan Uji Kompetensi.

“Uji Kompetensi ini untuk mengetahui tingkat kompetensi peserta selama mengikuti pembelajaran, ini dibuktikan dengan diberikannya sertifikat uji kompetensi sebagai dasar bahwa ia telah lulus dan siap terjun ke dunia industri” ucap Sofiah

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Kelembagaan dan Kesiswaan P2PNF, Senantiasa Haem, S.H. Penilik Kursus, Sapuri. S.Pd dan Analis Kursus dan Kesetaraan, Imam Syafii, S.I.Kom