Tegal – Seiring dengan amanat Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12, kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberi fleksibilitas dan berfokus pada materi esensial untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila
“Sejalan dengan amanat tersebut di atas, maka pada kesempatan ini saya berharap agar semua satuan PAUD dan Satuan Pendidikan Non Formal (Program Paket A, Paket B dan Paket C) pada tahun 2024 ini sudah mengiplementasikan kurikulum merdeka
Hal tersebut disampaikan saat Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh, S.Psi., M.H, membuka secara langsung Workshop Pengembangan Kurikulum, Bahan Ajar Dan Model Pembelajaran PAUD Dan Pendidikan Non Formal Kota Tegal Tahun 2024, Selasa (16/07/2024) di Hotel Premiere Tegal.

Dirinya juga menambahkan pada satuan PAUD mulai sekarang untuk dikuatkan kembali implementasi PAUD Holistik Integratif, berikan layanan anak didik secara menyeluruh berupa pendidikan, gizi, pengasuhan, kesehatan dan perlindungan anak secara holistik.
”Pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru tahun ini untuk disisipkan materi tentang stunting” pesan Dewi Umaroh
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu hari Selasa dan Rabu, tanggal 16 sampai dengan 17 Juli 2024 dan diikuti oleh 220 peserta yang terdiri dari pendidik PAUD sebanyak 194 Peserta dan Pendidik kesetaraan 26 peserta

Sementara itu dalam laporannya, Kepala Bidang P2PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Drs. Trismanto menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan workshop antara lain untuk meningkatkan kompetensi pendidik melalui konsep, prosedur dan prinsip tentang implementasi Kurikulum Merdeka pada satuan PAUD dan PNF dan juga untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang implementasi Kurikulum Merdeka pada satuan PAUD dan PNF, bagi para pendidik “Untuk materi workshop adalah raport pendidikan, perencanaan pembelajaran implementasi kurikulum merdeka, implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan assesmen dalam kurikulum merdeka” ucap Trismanto.