Tegal – Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal resmi meluncurkan Program Sekolah Olih Ijazah, sebuah terobosan pendidikan dalam rangka percepatan penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kota Tegal, Kamis (30/10/2025) di SKB Kota Tegal.
Sebanyak 75 peserta didik berhasil terjaring dan kini resmi menjadi bagian dari program tersebut, yang dilaksanakan di Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) SKB Kota Tegal.
Para peserta tersebar dalam beberapa jenjang pendidikan kesetaraan, mulai dari Paket A setara SD (45 siswa), Paket B setara SMP (15 siswa), hingga Paket C setara SMA (15 siswa).

Mereka mengikuti pembelajaran di beberapa pokjar (kelompok belajar), antara lain:
• Pondok Pesantren Nurussunah: 43 siswa
• Pondok Pesantren Darul Hijrah: 6 siswa
• Kelas Pagi: 12 siswa
• Kelas Malam: 14 siswa
Dalam sambutannya, Kepala Bidang P2PNF Disdikbud Kota Tegal, Drs. Trismanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap perluasan akses pendidikan dan peningkatan mutu layanan bagi masyarakat.
“Kami atas nama Dinas menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini. Sekolah Olih Ijazah ini gratis, bahkan peserta akan mendapatkan perlengkapan belajar seperti ATK dan materi pelajaran pokok,” ujar Trismanto.

Ia juga menambahkan bahwa selain memperoleh ijazah yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan, para peserta juga akan mendapatkan pelatihan life skill sebagai bekal keterampilan praktis.
“Kami ingin para peserta tak hanya mengejar ijazah, tapi juga bisa menciptakan peluang usaha mandiri. Harapan kami, dunia dan akhirat bisa berimbang. Selesaikan pendidikan dengan semangat dan keyakinan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SPNF SKB Kota Tegal, Tidar Dwi Septian, dalam laporannya menjelaskan bahwa Program Sekolah Olih Ijazah merupakan komitmen Pemerintah Kota Tegal untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam akses pendidikan.
“Program ini membuka jalan bagi warga yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal untuk meraih ijazah melalui jalur kesetaraan. Kami merasa bangga dipercaya menjadi pelaksana program ini,” tutur Tidar.
Ia juga berharap program ini tidak berhenti di satu periode, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Tegal.

“Jangan pernah merasa terlambat untuk belajar. Yang penting bukan kapan kita mulai, tetapi seberapa besar semangat kita untuk terus melangkah,” pesannya kepada para peserta didik.
Salah satu warga belajar, Geys Al Fattar, turut mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya mengikuti program ini.
“Program ini membuka jalan bagi kami untuk berkembang. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Tegal dan Disdikbud atas kesempatan ini. Semoga program ini menjadi inspirasi bagi kemajuan kejar paket di masa depan,” ujarnya.
Dengan peluncuran Program Sekolah Olih Ijazah ini, Pemerintah Kota Tegal menegaskan komitmennya untuk terus memperluas layanan pendidikan yang inklusif, gratis, dan berkualitas, serta mewujudkan Tegal Cerdas tanpa Anak Tidak Sekolah.
